Banda Aceh – Program Studi Magister Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Terpadu (MPSPT), Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK), kembali menghadirkan kegiatan akademik melalui kuliah tamu bertema “Sinergi Konservasi dan Ekonomi Biru: Strategi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Terpadu.”

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Fredinan sebagai narasumber utama yang membagikan wawasan terkait pentingnya keseimbangan antara perlindungan ekosistem pesisir dan pemanfaatan ekonomi berbasis kelautan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Prodi MPSPT, Dr. Faisal, S.Si., M.Sc., bersama dosen dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dr. Faisal menegaskan bahwa pengelolaan wilayah pesisir di masa depan tidak hanya berfokus pada aspek konservasi, tetapi juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui pendekatan ekonomi biru.

Paparan materi oleh Prof. Fredinan menyoroti bagaimana pendekatan ilmiah dan kebijakan yang adaptif dapat menjadi kunci dalam menciptakan harmonisasi antara aktivitas ekonomi dan pelestarian lingkungan. Ia juga mengangkat berbagai contoh implementasi yang relevan dalam konteks pengelolaan pesisir.

Suasana kuliah berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta, baik mahasiswa maupun dosen, aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan, terutama terkait peluang serta tantangan penerapan konsep ekonomi biru di wilayah pesisir Aceh.

Diskusi yang berkembang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga mendorong pemikiran kritis peserta terhadap isu-isu strategis dalam pengelolaan sumber daya pesisir secara terpadu. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber dan seluruh peserta, baik yang hadir secara langsung maupun daring.

Melalui kuliah tamu ini, MPSPT USK berharap dapat terus memperkuat kapasitas akademik mahasiswa serta mendorong lahirnya gagasan inovatif dalam pengelolaan pesisir yang berkelanjutan dan berwawasan global.

Categories:

Comments are closed